Membuka Bisnis Gaya Rasulallah SAW

Membuka Bisnis Gaya Rasulallah SAW

Oleh : Ust Dr. H. Ed Fauzan Ofratos, Lc, M.E.Sy

Cerita membuka bisnis bukanlah hal yang baru gai kalangan pengusaha atau pedagang. Namun tetap perlu kita bahas karena rasa takut masih ada bagi sebagian kita, terutama yang tidak pernah bersentuhan dengan dunia usaha atau bisnis. Dan membuka Bisnis Gaya Rasulullah SAW tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kita. Dua point berat yang di hadapi, yaitu pertama Membuka bisnis itu sendiri dan yang kedua Bisnis Gaya Rasulallah SAW.

Kata "RUGI" sering menghantui kita ketika ingin memulai bisnis atau ingin membuka bisnis. Hal ini membuat kita lupa, kalau usaha atau bisnis pasti ujungnya menemukan dua kata, yaitu Rugi dan Laba. Terbukti ketika membuat laporan, judul besarnya adalah RUGI LABA. Oleh sebab itu cara berfikir ketika membuka bisnis adalah RUGI dan LABA, ibarat dua sisi mata uang yang tidak di pisahkan. Artinya lupakan kata 'RUGI" dan buka bisnisnya. 

Sederhananya adalah bisnis itu di buka, bukan untuk di pikirkan, bisnis itu di mulai, bukan untuk di hitung-hitung labanya apalgi ruginya. Intinya untuk membuka bisnis adalah dengan membuka atau memulai bisnis itu.

Selanjutnya Gaya Bisnis Rasulullah, salah satu gelar yang di miliki Rasulallah adalah AlAamiin, yang artinya Dapat di percaya. Ini adalah senjata utama dalam bisnis. Orang bijak memberikan nasehat "Kejujuran adalah Mata uang yang berlaku di seluruh dunia", Maka jujur atau dapat di percaya dalam bisnis adalah modal besar dan gaya yang selalu di praktekkan Baginda Nabi kita kepada siapapun, Sehingga siapa saja yang bertransaksi dengan beliau semuanya merasa aman dan tenang.

 Timbul pertanyaan sederha, lalau bagaimana cara membuka bisnis gaya Rasulullah? Jawabannya adalah di mulai dan di buka bisnisnya. Serta teladani "sifat jujur" baginda Nabi kita. Insyallah hal ini akan membuahkan keberhasilan.

Selamat Mencoba...

Pku, 22 Jan 2021