JEJAK KESARJANAAN KAHRUDIN YUNUS

Tarli Nugroho

Sesuai tanah kelahirannya, Sulit Air, 14 Agustus 1915, jejak Kahrudin Yunus juga sangat sulit ditelusuri. Kahrudin adalah sarjana Minang yang menimba ilmu di Universitas Al Azhar, Universitas Mesir, Universitas Columbia, dan Universitas Amerika, dengan gelar terakhir doktor (Ph.D.) di bidang filsafat ekonomi.

Ia telah menulis banyak buku. Namun, namanya sulit sekali ditemukan dalam karya para sarjana yang lebih kemudian. Kahrudin hanya pernah disebut (sekadar disebut namanya saja) oleh Dawam Rahardjo dalam bukunya, "Perspektif Deklarasi Makkah" (1993) dan disinggung dalam beberapa paragraf uraian Kuntowijoyo dalam buku "Paradigma Islam" ketika membahas persoalan epistemologi alternatif sebagai kritik atas epistemologi helenistik. Selebihnya, saya tidak pernah menemukan nama Kahrudin disebut oranglain.

Ichsanuddin Noorsy adalah salah satu ekonom yang mengikuti karya Kahrudin. Saya ingat pernah berbincang dengannya mengenai Kahrudin beberapa belas tahun silam. Bahkan, jilid kedua "Sistem Ekonomi Kemakmuran Bersama" pertama kali saya peroleh dari Bung Noorsy. Saya punya jilid pertama, dia punya jilid kedua. Kamipun saling bertukar fotokopi waktu itu. Sayang, Noorsy tidak pernah membahas Kahrudin dalam tulisan-tulisannya.

Itu sebabnya, ketika dua malam lalu dikontak oleh Bung Addi Arrahman, yang memberitahukan jika dia sedang menulis disertasi mengenai Kahrudin Yunus, saya senang bukan main. Apalagi ia juga memberitahukan sudah mendapat kontak keluarga Kahrudin. Spontan saya segera memintanya agar dalam risetnya biografi Kahrudin jangan hanya ditulis sepintas lalu, tapi kalau bisa ditulis agak detail. Orang ini sudah lama dilupakan karyanya dalam dunia kesarjanaan kita. Sehingga, ketika pemikirannya dikaji, riwayat hidupnya juga harus diperkenalkan kembali. Bila perlu, selengkap-lengkapnya, agar namanya tak kembali hilang.

Saya pertama kali berkenalan dengan karya-karya Kahrudin tak lama sesudah berkenalan dengan karya-karya Hidajat Nataatmadja (1932-2009). Sistem ekonomi berakar di kebudayaan. Itulah salah satu gagasan pokok yang ditadaruskan Kahrudin Yunus dalam karya monumentalnya, "Sistem Ekonomi Kemakmuran Bersama" (1955), yang tebalnya sekira 700-an halaman. Karena sistem ekonomi berakar di kebudayaan, itu sudah menjadi alasan yang cukup, demikian Kahrudin, untuk tidak sembarang memakai gagasan sebagaimana yang ditawarkan oleh berbagai sistem ekonomi mainstream, baik yang berasal dari sisi Kiri, Kanan, maupun tengah. Itu pula yang membuatnya menyebut gagasan ekonominya sebagai "Bersamaisme". Pada mulanya buku "Bersamaisme" ditulis dalam bahasa Arab dan beredar di luar negeri.

Sayangnya, sekali lagi, tidak banyak sarjana kita yang pernah membahas buku ini, sehingga gagasan Kahrudin terabaikan begitu saja. Sesudah belasan tahun menelusuri, di perpustakaan saya ada beberapa karya Kahrudin yang telah ditemukan. Tentu jauh dari lengkap. Tapi saya kira ini adalah koleksi paling lengkap atas karya Kahrudin sejauh ini.

Saya berjanji akan berbagi koleksi dengan Bung Addi.

dikutip dari: https://www.facebook.com/tarli.nugroho/posts/10158182631758606