Bakti Sosial Darurat Asap Pekanbaru DPC SAS & IPPSA Panam

Panam, 12 September 2019

Kabut Asap agaknya menjadi fenomena yang nyari terjadi setiap tahun di provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan daerah lain di Indonesia. Musibah ini, sejatinya bukanlah fenomena alam. Melainkan, bentuk tindakan tidak bertanggung jawab perusahaan besar dalam membuka lahan perkebunan. Tahun ini, musibah asap kembali berulang. Anak-anak, remaja dan orang dewasa, tidak sedikit yang terserang infeksi saluran pernafasan (ISPA). Bahkan, jika terus berlanjut, bisa mengakibatkan kematian. 

Melihat kondisi tersebut, DPC SAS & IPPSA Panam, bergerak melaksanakan Bakti Sosial Peduli Musibah Asap, dengan membagikan masker kepada pengguna jalan di bilangan Panam. Di samping menghimbau masyarakat untuk senantiasa menggunakan masker, Dt. Mantiko Sati, selaku Ketua DPC SAS Panam juga menghimbau agar masyarakat, khususnya warga DPC SAS Panam, memiliki kesadaran lingkungan. Kita masyarakat minang memegang filosofi "Alam takambang jadi guru", artinya, menjadi "urang Minang" haruslah memelihara dan melestarikan alam. "Walau barisuak hari kiamek, nan bijo tanamkan juo", baik secara harfiah maupun maknawiah menegaskan pentingnya kesadaran terhadap kelestarian alam. 

"Kita hidup memerlukan oksigen. Kalau oksigen tercemar oleh asap, bagaimana kita bisa hidup sehat. Anak-anak kita tidak bisa belajar." 

DPP SAS sangat mengapresiasi aksi sosial yang dilakukan oleh DPC SAS & IPPSA Panam. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Sulit Air memiliki kepedulian sosial dan lingkungan yang tinggi. Tidak hanya untuk kampung halaman, tetapi juga untuk masyarakat di manapun masyarakat Sulit Air merantau.