Gerak Kemajuan yang Berdampak, H. Nasferi Anwar, SH., MM

Padang-Batusangkar, 16 Juli 2026

Sejak terpilih menjadi Ketua Umum DPP SAS, H. Nasferi Anwar, SH., MM begerak cepat melanjutkan perubahan dan perbaikan sistem yang telah dilakukan oleh Ketum DPP SAS dari periode-periode sebelumnya. Secara organisatoris, ini merupakan komitmen penuh atas amanah Mubes SAS tahun 2026. Lebih dari itu, adalah sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat Sulit Air di mana pun berada.

“Apa yang dilakukan oleh pendahulu telah terbukti memberikan manfaat yang nyata untuk masyarakat Sulit Air. Sebab itu, yang diperlukan ke depan adalah membangun “sistem” tata kelola organisasi dan ini menjadi fokus utama saya.”

Langkah pertama yang dilakukan adalah membentuk tim konsolidasi untuk merajut kembali silaturahim antar warga SAS, mulai dari terwujudnya kesepaham warga SAS Pekanbaru, Bandung, Parung Panjang, Kota Bogor, dan Depok. Konsolidasi ini dikomandoi oleh Waketum Bidang Strategis, Afdhal Muhammad, SH.

Kesepahaman ini menunjukkan bahwa sekalipun berbeda pandangan, warga Sulit Air pada hakikatnya sangatlah rukun dan damai. Indak ado kusuik, nan indak salosai.

Kedua, pembentukan Lembaga Bantuan Hukum Sulit Air Sepakat (LBH SAS). H. Nasrullah, SH., S.Ag., ,LLM menjadi lokomotif pembentukan LBH SAS dan saat ini telah melalui proses pendaftaran ke Kementerian Hukum. LBH SAS  ditargetkan dapat diresmikan pada 16 Agustus 2026 oleh Wakil Menteri Hukum Republik Indonesia, Prof. Dr. Eddy O.S. Hiariej, S.H., M.Hum.

Sebagaimana dijelaskan oleh Ketua Bidang Hukum dan Advokasi, sekaligus Direktur LBH SAS, H. Nasrullah S.H., S.Ag., L.LM, “sesuai dengan motonya “Keadilan untuk Semua”, LBH SAS diharapkan menjadi garda terdepan memperjuangan keadilan untuk seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Sulit Air. Sulit Air memang berangkat dari semangat “banagari” namun jejak perkembangannya sejak lebih dari 100 tahun yang lalu menunjukkan bahwa Sulit Air mampu memberikan kemaslahatan untuk semua; di setiap bumi tempat mereka merantau. Atas dasar itulah, LBH SAS hadir untuk memperjuangkan “Keadilan untuk Semua”.

Ketiga, DPP SAS melalui Bidang Sosial dan Kesehatan Masyarakat menyelenggarakan pemeriksaan mata gratis untuk anak-anak di gedung DPC SAS Kota Bambu. Kegiatan ini menjadi gebrakan baru yang diproyeksikan suatu saat, SAS bisa mendirikan “SAS Medika” untuk memberikan layanan kesehatan untuk masyarakat pada umumnya.

Keempat, Bidang Organisasi dan Kerjasama menindaklanjuti rencana program Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan. Yaitu, dengan memperbaharui kerjasama dengan UIN Imam Bonjol Padang dan UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Kerjasama ini sebelumnya sudah dirintis oleh Ketua Umum DPP SAS Periode 2017-2026, H. Samsuddin Mukhtar.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Mahmud Yunus menyatakan “Bagi kami, kerjasama ini sangatlah strategis dan akan berdampak nyata, baik untuk kami maupun untuk masyarakat Sulit Air.” Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Imam Bonjol Padang bahwa “Sulit Air dengan jaringan perantaunya yang sangat luas merupakan potensi yang sangat kuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama melalui program pendidikan.”

Afrizul Sutan Mandaro selaku Ketua Bidang Organisasi dan Kerjasama menegaskan bahwa “selain penguatan tata kelola organisasi dan keanggotaan ke dalam, kita juga fokus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Tujuannya agar program-progam strategis yang dirumuskan pengurus bisa terlaksana dan “SAS Mendunia” bisa terwujud nyata.

Ketua Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan, Dr. Addiarrahman menyatakan “kerjasama ini merupakan langkah awal. Ke depan, program-program strategis lainnya secara perlahan dan bertahap akan kita wujudkan berdasarkan kajian/penelitian yang terukur.”

“Untuk mewujudkan pelaksanaan berbagai program DPP SAS, kita sedang melakukan penelitin tentang potensi SAS membentuk Badan Wakaf SAS. Tujuannya agar dana filantropi masyarakat Sulit Air bisa terkelola baik melalui prinsip wakaf. Sejarah keemasan Islam mencatat bahwa fondasi kesejahteraan masyarakat, misal pendidikan dan kesehatan, sepenuhnya dijamin melalui harta wakaf yang disalurkan umat muslim. Untuk itu, sudah saatnya SAS maambiak contoh ka nan sudah dan maambiak pituah ka nan manang.