Jakarta, 13 Januari 2019
DPP SAS mengadakan rapat koordinasi pembentukan Lembaga Amil Zakat SAS yang dihadiri oleh Dr. Amin Nurdin, Dr. Emnis Anwar. Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP SAS menekankan pentingnya perubahan mindset atau pendekatan dalam mengelola segenap potensi yang kita miliki. Sinergisitas seluruh elemen mutlak dibutuhkan. Dengan begitu, tongkat estafet yang telah diserahkan oleh para pendiri dan pendahulu SAS bisa lanjutkan mencapai satu titik; Sulit Air Jaya.
Kehadiran tokoh ulama sekaligus intelektual: Dr. Amin Nurdin, Dr. Emnis Anwar memberikan optimisme kepada Tim DPP SAS terhadap gagasan pendiri LAZ. Mengutip pendapat Imam Ali Ibn Abi Thalib r.a., Dr. Emnis Anwar menjelaskan bahwa \"Ide yang besar, jika dikelola dengan cara yang salah maka akan sia-sia. Sedangkan ide yang sederhana, namun dikelola dengan baik dan profesional, maka akan memberikan dampak yang besar.\"
Oleh sebab itu, terkait rencana pendirian LAZ, Dr. Emnis menekankan dua aspek penting. Yaitu, manajemen pengumpulan dan pendistribusian atau tata kelola. Dana ZIS bisa saja sudah saatnya disalurkan, tidak hanya ke sektor-sektor konsumtif tetapi juga produktif. Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Amin Nurdin.
\"Kita patut mencontoh bagaimana Iran mengelola dana zakat. Keberhasilan mereka dalam mengelola zakat menjadikan negara Iran memiliki mutu intelektual yang sangat tinggi.\" demikian disampaikan mantap Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana kita mampu membaca situasi masyarakat, sehingga porsi pembagian zakat bisa menyesuaikan dengan keadaan.\" tambahnya.
Optimisme DPP SAS membentuk LAZ tidak lain dan tidak bukan adalah agar potensi filantropi yang dimiliki SAS bisa terkelola secara lebih profesional, sehingga nilai manfaatnya lebih terukur. Oleh sebab itu, DPP SAS telah melakukan langkah-langkah penting, seperti membangun pangkalan data dan sistem informasi Sulit Air Sepakat secara terpadu melalui website: www.sas.or.id. Langkah ini sekaligus membangun kesiapan SAS menghadapi Revolusi Industri 4.0.
Dalam waktu dekat, DPP SAS akan mengadakan penandatanganan Memorandum of Understanding dengan beberapa Perguruan Tinggi, baik swasta maupun di negeri. MoU ini dimaksudkan untuk membangun kerjasama dalam penyaluran beasiswa, pelatihan entrepreneurship, dan pemberdayaan masyarakat berbasis riset kolaboratif.