Wabah Covid-19 banyak menyerang di berbagai negara belahan dunia, Indonesia pun tak luput terjangkit wabah tersebut. Tanpa disadari semua hal yang direncanakan rasanya tidak mungkin dilakukan karena banyaknya batasan yang harus dijalani demi mencegah penyebaran virus tersebut. Tetapi Covid-19 bukan alasan untuk tidak kreatif dan produktif. Karena kita memasuki era dimana semua kegiatan manusia dengan teknologi sehingga harus dibentuk kualitas generasi milenial dengan kreatifitas yang unggul.
Memasuki era new normal kegiatan diluar rumah sudah boleh dilakukan namun tetap harus di batasi dan mengikuti protokol kesehatan. Di era saat ini sebagai anak muda harus cerdas memanfaatkan peluang untuk mencari keterampilan yang bisa ditampilkan melalui teknolgi. Generasi milenial harus memiliki semangat untuk mencari jati diri ketika aktivitas masih dibatasi oleh pemerintah daerah, tidak boleh bermalas-malasan, apalagi hanya bisa mengomentari dengan komentar yang negatif penampialan/karya orang lain yang pada dasarnya tidak ada manfaatnya. Apalagi sekarang sudah tersedia media dimana kita dapat menyalurkan keterampilan yang dimiliki di era yang canggih dengan teknologi modern saat ini.
Untuk menumbuhkan semangat juang bagi ank-anak IPPSA diperlukan adanya motivasi. Peran penting anak-anak IPPSA perlu dibangkitkan melalui semangat untuk menerapkan visi dan misi organisasi yang sejak awal dibangun agar dapat terwujud. Untuk menjadikan IPPSA yang aktif, kreatif, dan inovatif. Perlu membuat suatu langkah terlebih dahulu untuk melancarkan kegiatan yang berhubungan dengan keterampilan/karya yang bisa kita lakukan bersama seperti :
1. Membangun hubungan jalinan komunikasi antar DPP dan DPC IPPSA
Yang pertama, hubungan DPP dan DPC IPPSA diseluruh dunia harus memiliki komunaksi yang aktif. Dalam era ini, sebagian komunikasi bisa dilakukan dengan menggunakan sosial media sebagai medianya. Karena beberapa organisasi sudah
melakukan komunikasi secara virtual dan tidak perlu melakukan suatu perkumpulan untuk membahas kegiatan yang direncanakan. Dengan ini DPP bisa berkomunikasi untuk membahas kegiatan yang melibatkan perwakilan dari masing-masing DPC IPPSA lainnya. Komunikasi antar DPP dan DPC IPPSA dapat terjalin dengan baik terlepas dari aktivitas masing-masing perwakilan, tetapi apa yang direncanakan dapat tetap berjalan tanpa hambatan dengan melalui media sosial.
2. Pemanfaatan Sosial Media
Sosial Media saat ini berkembang sangat cepat. Hal ini dapat dilihat dari internet sebagai media yang telah menguasai ruang gerak kehidupan masyarakat kita. Perkembangan sosial media ini bisa dijadikan sebagai wadah berkreasi untuk daya tarik IPPSA di era new normal ini. Dengan menggunakan sosial media ini IPPSA di semua cabang bisa melakukan suatu kegiatan secara bersama yang mana kita ketahui biasanya kegiataan IPPSA hanya bisa dilakukan di daerah masing-masing kecuali pada saat kegiatan Rapimnas dan Konferensi IPPSA. Dengan cara berkreasi seperti ini menunjukkan eksistensinya yang bisa dimunculkan di sosial media bisa saja membantu promosi agar menarik teman-teman kita untuk bergabung dengan IPPSA. Perlu kita ketahui bahwasannya minat anak-anak wilayah Sulit Air sekarang terhadap IPPSA sangat minim dikarenakan beberapa alasan yang menurut mereka IPPSA bukan suatu organisasi yang menarik dan mereka tidak tau manfaat untuk menjadi anggota IPPSA. Mungkin ini salah satu cara pembuktian bagi kita kepada mereka, bahwa apa yang mereka lihat IPPSA sebagai organisasi yang tidak ada manfaatnya berubah menjadi IPPSA yang lebih aktif, kreatif, dan jaya dengan cara membuat kegiatan berupa event yang bersifat online dan kegiatan lainnya melalui media digital.
3. Berbagai wadah digital untuk kegiatan di Era New Normal
Untuk kegiatan IPPSA di era new normal ini kita bisa memanfaatkan platform seperti Youtube, Instagram, Twitter, Facebook, Zoom Metting/Google Meet, dan Game sebagai media yang bisa milibatkan semua DPC IPPSA. Kegiatan yang bisa dilakukan menggunakan media tersebut berupa, begini cara mengaplikasikannya:
a. Youtube
Youtube bisa menjadi tempat anak-anak IPPSA berkreasi dengan keterampilannya. Misalnya dengan membuat event yang melibatakan semua DPC
IPPSA seluruh indonesia. Event yang bisa di buat seperti karya musik (cover lagu, dan menciptakan lagu), karya seni tari, karya film pendek, dakwah, dan lain sebagainya. Hal ini bisa membuat anak-anak IPPSA memiliki kreatifitas dan hasil karya mereka bisa dinikmati oleh orang banyak, secara tidak langsung event ini sudah megembangkan bakat dari anak-anak IPPSA yang memiliki keterampilan tersebut. Mungkin sudah waktunya IPPSA membuat channel youtube dan channel tersebut juga bisa digunakan sebagai ajang promosi tempat wisata dan kegiatan bulanan di daerah Sulit Air. Tujuannya untuk memperkenalkan budaya adat kita terutama untuk teman-teman yang masih buta dengan identitas daerah dimana mereka berasal.
b. Instagram
Sama halnya dengan youtube, instagram bisa menjadi tampat anak-anak IPPSA berkreasi dengan keterampilnnya degan membuat event yang melibatakan semua DPC IPPSA seluruh indonesia. Event yang bisa di buat seperti seni fotografer, seni lukis, grafiti, acara pemilihan Uda Uni Sulit Air sebagai acara tahunan dll. Hal ini bisa membuat anak-anak IPPSA memiliki kreatifitas dan hasil karya mereka bisa dinikmati oleh orang banyak, secara tidak langsung event ini sudah megembangkan bakat dari anak-anak IPPSA yang memiliki keterampilan tersebut.
c. Twitter/Facebook
Yang dapat dilakukan menggunakan media ini seperti kaya tulis (essay), cerita humor, cerpen dll. Hal ini bisa membuat anak-anak IPPSA memiliki kreatifitas dan hasil karya mereka bisa dinikmati oleh orang banyak, secara tidak langsung event ini juga sudah memfasilitasi untuk mengembangkan bakat dari anak-anak IPPSA yang memiliki keterampilan tersebut.
d. Zoom Metting/Google Meet
Kegiatan yang bisa dilakukan dengan media ini berupa ruang diskusi dengan narasumber dari alumni IPPSA yang bisa memberikan cerita/wawasan mereka sealama menjadi anggota IPPSA pada masanya. Bisa juga membuat ruang diskusi tentang keilmuan dengan narasumber yang memiliki kapasitas yang bisa memberikan suatu ilmu terhadap anak-anak IPPSA.
e. Game
Game sudah dianggap sebagai pengembangan pembelajaran berbasis video game sebagai pendukung anak-anak muda sekarang mempelajari ilmu teknologi
informasi dan komunikasi (TIK). Selain itu juga game juga bisa menjadi platform buat para pecinta game juga untuk anak-ank IPPSA, game bisa membuat tali silaturahmi antar DPP dan DPC IPPSA seluruh Indonesia semakin erat, dengan catatan bagi Pro Player (pemain profesional) selalu bersabar dan tidak menyalahkan teman kita yang statusnya Noob Player (pemain yang belum mahir).
Dengan adanya era new normal berarti juga semangat baru, semangat yang harus digunakan membangun ide dan visi yang segar untuk ke depan. Hal yang dapat dilakukan oleh IPPSA adalah dengan mencoba mengembangkan ide kreatif yang ada dibenaknya dan mendiskusikannya bersama antar anggota DPP dan DPC IPPSA seluruh Indonesia. Bisa dimulai dengan ide yang sederhana terlebih dahulu, dari yang sederhana siapa tau bisa menjadi suatu hal yang luar biasa. Selain itu IPPSA harus memiliki visi yang jelas dan realistis untuk eksistensi IPPSA dan bisa memberikan suatu warisan terhadap penerus IPPSA di masa mendatang.
Bersama IPPSA marilah kita jadikan organisasi ini sebagai rumah kreatif yang bisa menunjang keterampilan kita. Dan IPPSA bukan hanya sebagai tempat perkumpulan orang-orang yang hanya bisa berkomentar di sosial media atau tempat mengomentari karya orang lain. Melainkan kita disini untuk IPPSA Aktif, Kreatif dan Jaya.
IPPSA JAYA JAYA JAYA
Written by : DPC IPPSA YOGYAKARTA